Anda sudah membaca artikel pilar kami tentang maklon softgel herbal dan memahami keunggulan softgel dibanding bentuk sediaan lain. Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya: bagaimana sebenarnya proses produksi softgel maklon? Apa yang terjadi di balik mesin hingga minyak ikan atau minyak habbatussauda berubah menjadi softgel yang mulus dan siap konsumsi? Artikel ini akan membedah secara mendalam proses produksi softgel maklon — mulai dari persiapan bahan isian, pembuatan cangkang, pengisian dengan mesin rotary die, pengeringan, hingga quality control — sehingga Anda dapat memahami kompleksitas dan keunggulan teknologi ini.
TL;DR: 1) Proses produksi softgel terdiri dari 5 tahap utama: persiapan bahan isian, persiapan cangkang (gelatin mass), pengisian dengan mesin rotary die (pembentukan softgel), pengeringan, dan inspeksi/pengemasan. 2) Mesin rotary die adalah jantung produksi softgel: dua lembar cangkang diumpankan, bahan isi disuntikkan di tengah, dan cetakan menekan serta menyegel menjadi bentuk oval atau bulat. 3) Pengeringan memerlukan ruangan terkontrol (suhu 20-25°C, RH 20-30%) selama 24-48 jam. 4) Quality control meliputi uji kebocoran, uji disolusi, uji bobot, dan uji mikrobiologi. 5) Gika Global memiliki fasilitas produksi softgel modern dengan standar CPOTB, halal, dan kapasitas fleksibel.
Saya Dr. Gika, apoteker dan kepala produksi di PT Gika Global Farmateknologi. Setiap hari, tim saya mengoperasikan mesin rotary die untuk menghasilkan softgel berkualitas tinggi. Dalam artikel ini, saya akan membagikan pengetahuan teknis tentang proses produksi softgel, sehingga Anda sebagai pemilik brand dapat mengapresiasi kerumitan dan memastikan produk Anda diproses dengan standar terbaik.
Lima Tahap Utama Produksi Softgel
Proses produksi softgel relatif kompleks dibanding kapsul keras atau tablet. Berikut adalah tahapan utamanya.
| Tahap | Deskripsi | Parameter Kritis | Durasi |
|---|---|---|---|
| 1. Persiapan Bahan Isian | Minyak atau ekstrak cair dicampur dengan antioksidan (vitamin E), dihomogenisasi, dan dihilangkan gelembung udaranya. | Viskositas, suhu, homogenitas. | 2-4 jam |
| 2. Persiapan Cangkang | Gelatin (atau bahan nabati) dicampur air dan plasticizer dalam tangki berpemanas hingga homogen. | Suhu (60-70°C), rasio gelatin:gliserol. | 4-6 jam |
| 3. Pengisian (Rotary Die) | Dua lembar cangkang (ribbon) dipres bersamaan dengan penyuntikan bahan isi di tengahnya. | Suhu ribbon, tekanan, volume injeksi. | Kontinu |
| 4. Pengeringan (Drying) | Softgel basah dikeringkan dalam ruangan dengan sirkulasi udara terkontrol untuk mengeraskan cangkang. | Suhu (20-25°C), RH (20-30%). | 24-48 jam |
| 5. Inspeksi & Kemas | Pemisahan produk cacat (bocor/cacat bentuk) dan pengemasan ke dalam botol atau blister. | Kebocoran, bobot, penampilan. | 2-4 jam |
Tahap 1: Persiapan Bahan Isian
Bahan isian (fill material) bisa berupa minyak murni (minyak ikan, minyak habbatussauda), suspensi ekstrak herbal dalam minyak, atau larutan vitamin. Langkah-langkah:
- Bahan aktif ditimbang sesuai formula.
- Jika diperlukan, dicampur dengan minyak carrier (MCT oil, minyak zaitun) untuk mencapai dosis tepat.
- Ditambahkan antioksidan (vitamin E) untuk mencegah oksidasi.
- Campuran dihomogenisasi dan gelembung udara dihilangkan dengan vacuum degassing.
Tahap 2: Persiapan Cangkang (Gelatin Mass)
Cangkang softgel terbuat dari gelatin (atau bahan nabati), air, dan plasticizer. Prosesnya meliputi pencampuran bahan dalam tangki berpemanas (60-70°C), pengadukan hingga homogen, dan de-aeration untuk memastikan tidak ada udara terperangkap dalam massa gelatin.

Tahap 3: Pengisian dan Pengepresan (Rotary Die)
Ini adalah tahap paling krusial. Mesin rotary die memiliki dua cetakan berputar (die roll). Dua lembar cangkang (ribbon) diumpankan, bahan isi disuntikkan secara presisi, dan cetakan menyegel pinggiran softgel sekaligus memotongnya menjadi bentuk oval atau bulat.
Tahap 4: Pengeringan (Drying)
Softgel yang baru keluar masih lunak dan harus dikeringkan di ruangan terkontrol (Suhu 20-25°C, Kelembaban 20-30%). Durasi pengeringan berkisar 24-48 jam tergantung ukuran softgel untuk memastikan stabilitas dan tekstur yang pas.
Tahap 5: Inspeksi, Sorting, dan Pengemasan
Setiap batch menjalani inspeksi visual untuk memisahkan produk bocor atau cacat. Setelah itu, produk dikemas dalam botol HDPE atau blister strip sesuai permintaan klien.
Quality Control dalam Produksi Softgel
Laboratorium QC kami memastikan setiap batch memenuhi standar farmasi:
- Uji disolusi: Memastikan cangkang hancur < 30 menit.
- Uji mikrobiologi: Bebas dari cemaran bakteri patogen.
- Uji stabilitas: Menentukan masa simpan (biasanya 12-24 bulan).
- Uji kandungan: Menguji kadar bahan aktif menggunakan HPLC.
Kesimpulan dan Langkah Selanjutnya
Tiga poin kunci dari artikel ini:
- Proses produksi softgel terdiri dari 5 tahap: persiapan isian, persiapan cangkang, pengisian rotary die, pengeringan, dan inspeksi/pengemasan.
- Mesin rotary die adalah teknologi inti yang membentuk softgel dengan cepat dan konsisten dengan kontrol parameter yang ketat.
- PT Gika Global Farmateknologi memiliki fasilitas produksi softgel modern dengan standar CPOTB dan Halal.
Baca juga artikel subpage lainnya dalam cluster softgel ini:
- Maklon Softgel Minyak Ikan
- Maklon Softgel Minyak Habbatussauda
- Keunggulan Softgel untuk Produk Herbal
- Perbedaan Softgel dengan Kapsul Biasa
Atau baca artikel pilar: Maklon Softgel Herbal: Panduan Lengkap Produksi Softgel untuk Suplemen Herbal Modern.











